Saturday, April 18, 2026

Konfigurasi Mikhmon

 

Konfigurasi mikhmon

MikMon (Mikrotik Monitoring) adalah sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk mengelola dan memonitor jaringan hotspot pada perangkat MikroTik RouterOS dengan lebih mudah.



  • Pastikan konfigurasi awal dan hotspot sudah selesai
  • Selanjutnya, unduh Mikhmon melalui browser seperti Google Chrome dengan mencari “Mikhmon”, lalu pilih situs teratas dan masuk ke MIKHMON V3.

  • Scroll ke bawah dan download Mikhmon V3 + Webserver

  • File ZIP Mikhmon akan terlihat di File Explorer pada folder Downloads setelah proses unduhan selesai.


  • Klik dua kali file tersebut, lalu tarik ke folder tujuan, misalnya DATA (D:).


  • Klik dua kali file tersebut, lalu tarik ke folder tujuan, misalnya DATA (D:).

  • Pada halaman login, isi username “mikhmon” dan password “1234”, lalu masuk.


  • Berikutnya, tambahkan router dengan klik Add Router.


  • Pada menu Session Settings, isi Session Name sesuai keinginan (misalnya anggun). Masukkan IP MikroTik sesuai yang ada di Winbox, lalu isi username dan password sesuai data di Winbox. Pada Hotspot Name, isi misalnya “voucher”. Untuk DNS, masukkan domain hotspot dari Winbox. Di bagian Live Report, ubah dari Disable menjadi Enable, kemudian klik Save.

  • Selanjutnya, pilih menu Hotspot pada sidebar Mikhmon, kemudian klik User Profile → Add Profile.

  • Tambahkan User Profile sesuai pengaturan, lalu klik Save dan Close.

  • Ulangi langkah yang sama untuk membuat User Profile baru.


  • Berikutnya, pilih menu Hotspot pada sidebar Mikhmon, lalu klik User → Generate untuk membuat voucher.

  • Tentukan jumlah voucher pada kolom Qty (misalnya 50), pilih User Mode “Username = Password”, lalu pada Profile pilih User Profile yang sudah dibuat, kemudian klik Generate.


  • Ulangi langkah sebelumnya seperti yang telah dilakukan tadi.


  • Berikut merupakan tampilan voucher yang telah dibuat tadi dan juga akan muncul di MikroTik Winbox.











































Sunday, February 1, 2026

Konfigurasi Hotspot

 Konfigurasi hotspot adalah proses pengaturan fitur hotspot pada perangkat jaringan (seperti router MikroTik) agar dapat menyediakan akses internet kepada pengguna melalui jaringan Wi-Fi atau kabel, biasanya dengan sistem login (username dan password). Konfigurasi ini mencakup pengaturan jaringan, alamat IP, DHCP, autentikasi pengguna, serta pembatasan akses sehingga penggunaan internet menjadi lebih terkontrol dan aman.


A. Langkah-langkah konfigurasi hotspot

  1. Pastikan konfigurasi dasar telah dilakukan sebelum melakukan konfiguras hostpot


      2. Masuk ke IP ke- Hospot 



    3. Masuk ke menu Servers, dan tekan hotspot setup. Pilih ether2 WIFI dan tekan next sampai ketemu          DNS NAME, lalu masukkan nama misalnya klp1.net.






4. Selanjutnya, masukkan username dengan nama admin dan password juga admin.

 
5. Klik menu User Profile lalu klik dua kali pada default ubah namanya menjadi  KLP1, pada shared        User ubah menjadi 10, dan Rate limit (rx/tx) menjadi 3M?3M 


6. Selanjutnya, masuk ke menu User, kemudian klik tombol + untuk menambahkan pengguna baru. Isi       Name dengan kelompok1, Password dengan kelompok, lalu pada bagian Profile pilih user profile            yang sudah dibuat sebelumnya, misalnya KLP1. Setelah selesai, hubungkan laptop ke Access Point       untuk melakukan pengujian koneksi.
 

7.  Masukkan username dan password pada halaman login hotspot. Contohnya, gunakan username             kelompok1 dan password kelompok untuk masuk.


8. 
Lakukan pengujian jaringan dengan mengakses situs speedtest.net untuk memastikan koneksi                internet berjalan dengan baik.




Friday, January 23, 2026

Konfigurasi Dasar Mikrotik

 Konfigurasi Dasar Mikrotik

konfigurasi dasar MikroTik adalah proses pengaturan awal pada router MikroTik agar perangkat dapat berfungsi sebagai pengatur jaringan dengan benar. Konfigurasi ini meliputi pengaturan IP address, gateway, DNS, NAT, DHCP, dan interface supaya router bisa menghubungkan jaringan lokal dengan internet serta mengatur lalu lintas data.

Tujuan Konfigurasi dasar:

  • Menghubungkan router ke jaringan internet
  • Mengatur alamat IP pada jaringan lokal
  • Membagi IP otomatis ke client (DHCP)
  • Mengamankan dan mengatur alur data jaringan 
Gambar Topologi pada Konfigurasi Dasar Mikrotik



Langkah-langkah Konfigurasi Dasar Mikrotik 


Alat yang dipakai untuk melakukan konfigurasi dasar mikrotik
  • Router MikroTik sebagai perangkat utama jaringan

  • Laptop sebagai perangkat konfigurasi

  • Kabel LAN untuk menghubungkan router dengan laptop

  • Aplikasi Winbox sebagai media konfigurasi

  • Access Point sebagai pemancar jaringan nirkabel (WiFi)



  • Hubungkan laptop ke router MikroTik menggunakan kabel LAN. Nyalakan router dan pastikan lampu indikator menyala.
  • MAC Address router, kemudian tekan Connect untuk menghubungkan ke MikroTik.”
  •  Pilih menu IP → Identity, lalu berikan nama pada router.”
  • Pada menu pengaturan identitas router, ubah nama sesuai kebutuhan lalu klik OK untuk menyimpan.
  • Masuk ke menu Interfaces untuk menampilkan serta mengatur daftar interface yang tersedia pada router MikroTik.


  • Selanjutnya, pada menu Interfaces, kita dapat mengubah nama interface ether sesuai dengan kebutuhan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

  • Buka menu IP, kemudian pilih DHCP Client.


  • Selanjutnya, pada menu DHCP Client, ubah bagian Interface menjadi ether1-ISP seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.


  • Setelah mengganti Interface, klik OK. Kemudian, pastikan status DHCP Client berada pada kondisi Bound.

  • Pada gambar di atas ditunjukkan proses pengaturan IP Address pada interface ether2.


  • Bagian ini menampilkan hasil setelah penambahan IP Address pada interface ether2 berhasil dilakukan
  • Langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan IP Address pada interface ether3.

  • Selanjutnya dilakukan konfigurasi DNS. Buka menu DNS, centang opsi Allow Remote Requests, lalu klik OK untuk menyimpan pengaturan.

  • Setelah melakukan konfigurasi DNS, langkah berikutnya adalah masuk ke menu Firewall, kemudian pilih NAT.

  • Pada tab General di menu NAT, atur bagian Chain menjadi srcnat, kemudian pada bagian Out Interface pilih ether1-ISP.
  • Masih pada menu NAT, buka tab Action, lalu pada bagian Action pilih masquerade dan klik OK untuk menyimpan pengaturan.

  • Setelah seluruh konfigurasi selesai, masuk ke menu Terminal, kemudian lakukan perintah ping google.com untuk memastikan koneksi internet berjalan dengan baik.

  • Kemudian masuk ke menu IP, pilih DHCP Server, lalu klik DHCP Setup. Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan proses konfigurasi.
  • Pada bagian DHCP Address Space, lalu pada langkah berikutnya klik Next untuk melanjutkan proses konfigurasi seperti biasa.



  • Pada bagian Lease Time, klik Next untuk menggunakan pengaturan default, atau sesuaikan nilai lease time sesuai dengan kebutuhan jaringan.

  • Bagian ini menunjukkan hasil setelah proses konfigurasi DHCP Server berhasil diselesaikan.


  • Setelah seluruh konfigurasi selesai, coba hubungkan perangkat ke jaringan Wi-Fi yang disediakan oleh access point untuk memastikan koneksi internet telah berhasil berjalan.

  • Setelah itu, lakukan pengujian jaringan dengan membuka YouTube melalui jaringan Wi-Fi untuk memastikan koneksi internet berjalan dengan lancar.


"SELESAI"













Monday, October 20, 2025

konfigurasi bridge pada router mikrotik

 Nama : Anggun

Kelas : XI TKJ 1

konfigurasi bridge pada router mikrotik

  • Hubungkan laptop ke Router MikroTik menggunakan kabel UTP.
  • Buka aplikasi Winbox.


  • Login menggunakan MAC Address atau IP Address router.


  • Masuk ke menu System → Reset Configuration, lalu aktifkan opsi No Default Configuration serta Do Not Backup, setelah itu tekan OK.





  • Setelah router selesai di-reset, lakukan pengaturan nama (Identity) agar perangkat lebih mudah diidentifikasi. Buka menu System → Identity, lalu masukkan nama router sesuai keinginan, misalnya “Anggun”, dan klik OK.



  • Langkah berikutnya adalah mengatur kata sandi (password) untuk menjaga keamanan router. Buka menu System → Password, kemudian isi kolom dengan password baru sesuai keinginan, dan tekan Change untuk menyimpan perubahan.



  • Selanjutnya, lakukan penggantian nama pada interface agar lebih mudah dibedakan. Buka menu Interfaces, kemudian klik dua kali pada ether1 dan ubah namanya menjadi “Internet”, lalu tekan OK. Lakukan hal yang sama pada ether2 dan ubah namanya menjadi “LAN”.

  • Berikutnya, lakukan konfigurasi pada Ether1 yang berfungsi sebagai koneksi ke internet. Buka menu IP → DHCP Client, kemudian klik tanda tambah (+). Pada kolom Interface, pilih ether1 (Internet), lalu tekan Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



  • Selanjutnya, lakukan pengaturan untuk Ether2 yang berfungsi sebagai jaringan lokal (LAN). Buka menu IP → Address, lalu klik tanda tambah (+). Pada kolom Address, masukkan alamat IP, misalnya 192.168.7.1/24, kemudian pilih Interface ether2 (LAN) dan tekan OK untuk menyimpan pengaturan.
  • Untuk memungkinkan router menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, lakukan pengaturan DNS. Buka menu IP → DNS, kemudian isi kolom Servers dengan alamat DNS milik Google, yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Setelah itu, aktifkan opsi Allow Remote Request, lalu tekan OK untuk menyimpan pengaturan.


  • Aktifkan NAT (Network Address Translation) agar perangkat LAN dapat mengakses internet. Buka IP → Firewall → NAT, klik tanda tambah (+), pilih ether1 (Internet) pada kolom Out. Interface, lalu di tab Action ubah menjadi Masquerade dan klik OK.


  • Terakhir, aktifkan DHCP Server agar perangkat di ether2 memperoleh IP otomatis. Buka IP → DHCP Server → DHCP Setup, pilih interface ether2 (LAN), lalu klik Next hingga proses selesai.





 

Konfigurasi Mikhmon

  Konfigurasi mikhmon MikMon (Mikrotik Monitoring) adalah sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk mengelola dan memonitor jaringa...